Honda Accord 2.4 Vti 2004

Honda Accord 2.4 Vti 2004 adalah kategori sedan mewah menggunakan bahan bakar premium dengan predikat peringkat pertama dari segi omset penjualan di Indonesia. Keunggulan honda accord 2.4 Vti terletak pada interior yang mewah, ruangan kabin yang luas, suara mesin yang halus, posisi mengemudi yang nyaman, sehingga tidak lelah untuk menempuh perjalanan jauh.

Penggunaan bensin lumayan irit dengan kapasitas 24 liter dengan perbandingan 1 liter / 10 km untuk penggunaan rata-rata dalam kota. Biaya perawawatan dan sparepart relatif tidak mahal dan mudah dijumpai, mengingat saat ini dealer mobil honda sudah tersebar merata di seluruh kota di indonesia. Harga honda accord 2.4 vti 2004 di kisaran 140 juta.

Sumber: gambar di google
Sumber: gambar di google
Sumber: gambar di google
Sumber: gambar di google
Sumber: gambar di google

Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *