News  

Inilah Ciri-Ciri Andropause Pada Pria

Inilah Ciri-Ciri Andropause Pada Pria
Inilah Ciri-Ciri Andropause Pada Pria

Hondausacar.comInilah Ciri-Ciri Andropause Pada Pria. Ketika seorang pria memasuki usia lima kepala, mereka mulai mengalami perubahan hormonal yang drastis.

Pria sering mengeluh sakit atau penurunan hasrat seksual. Keduanya dapat mencakup karakteristik andropause alias menopause pada pria. Ada beberapa ciri andropause lain yang perlu Anda perhatikan. Simak penjelasan yang lebih lengkap di artikel ini.

Berbagai Fitur Menopause Pada Pria

Andropause adalah kondisi penurunan kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan. Andropause sering disebut menopause pada pria meskipun faktanya tidak demikian.

Ada sejumlah perbedaan antara menopause pada wanita dan andropause pada pria. Pada wanita, menopause terjadi ketika ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun dalam waktu yang relatif singkat.

Pada pria, andropause ditandai dengan penurunan hormon testosteron yang terjadi selama bertahun-tahun, tetapi tidak selalu menunjukkan dampak yang jelas.

1. Libido Rendah

Testosteron memainkan peran penting dalam menjaga gairah seks (libido). Libido yang lebih rendah dari biasanya bisa menjadi ciri kadar hormon testosteron rendah karena andropause.

Baca Juga: Kunyit Dan Bangle Bisa Mengatasi Sakit Mata

Testosteron rendah juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi (impotensi). Kondisi ini terjadi ketika Anda mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Libido yang rendah juga dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma (oligospermia).

2. Depresi

Testosteron membantu mengatur suasana hati Anda. Jika kadar testosteron turun, Anda bisa mengalami depresi. Ciri-ciri depresi yang terkait dengan andropause dapat mencakup perasaan sedih, kekosongan, kecemasan, dan lekas marah yang terus-menerus.

Ketika depresi, Anda mengalami kesulitan berkonsentrasi atau mengingat hal-hal, kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda cintai, dan mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri. Perubahan sikap Anda juga dapat memengaruhi orang-orang di sekitar Anda.

Read  Full Video Apuñalado En El Cuello Twitter Pelea Cuchillo Cuello
3. Kekurangan Energi

Hormon testosteron Membantu menambah massa otot. Massa otot yang lebih besar berarti mampu menahan lebih banyak cadangan energi. Itulah sebabnya testosteron juga berperan dalam meningkatkan atau mempertahankan energi dalam tubuh.

Baca Juga: 6 Manfaat dan Bahaya Buah Nanas Bagi Kesehatan Tubuh

Mengurangi testosteron karena andropause dapat menurunkan massa otot. Anda juga bisa merasa mudah lelah karena otot hanya mampu menahan sedikit energi. Selain itu, tubuh mungkin mengalami kesulitan mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Insomnia

Karakteristik selanjutnya dari andropause adalah mengalami masalah tidur seperti insomnia. Ini ada hubungannya dengan testosteron yang memainkan peran penting dalam mengatur pola tidur Anda.

Ketika kadar testosteron turun, Anda mungkin mengalami insomnia dan gangguan tidur. Gejala insomnia termasuk sulit tidur dan tetap tertidur. Ini kemudian dapat menyebabkan kantuk di siang hari, kesulitan fokus, dan lekas marah.

5. Osteoporosis

Hormon testosteron juga berfungsi untuk membantu menjaga kepadatan tulang anda. Jadi, berkurangnya hormon testosteron yang menyebabkan andropause dapat menunjukkan karakteristik yang mirip dengan keropos tulang atau osteoporosis.

Baca Juga: Link Download Traduzir Emoji Para o Português

Gejala osteoporosis umumnya hanya muncul ketika kepadatan tulang telah berkurang secara drastis. Anda dapat mengalami nyeri tulang belakang, penurunan tinggi badan, dan perubahan postur. Kondisi Osteoporosis yang cukup parah juga bisa membuat tulang rawan patah atau retak.

Akhir Kata

Demikianlah informasi tentang kesehatan yang sudah kami sajikan di atas, semoga ulasan yang sudah kami sajikan di atas dapat bermanfaat untuk kalian semuany, sekian dan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.