Kelebihan Dan Kekurangan Honda Brio

Honda Prospect Motor (HPM) pada 2 Agustus lalu meluncurkan
city car teranyarnya, Brio. Baby Jazz ini hadir dengan desain menggoda serta
mengusung mesin yang lebih besar dibandingkan kompetitor di kelasnya.
Honda Indonesia ini melepas city car Honda Brio dengan harga
mulai Rp149 juta hingga Rp170 juta, sudah termasuk pajak untuk wilayah DKI
Jakarta dan sekitarnya.
Namun, bagaimana performa Honda Brio? Nah, kali ini VIVAnews
mencoba bagaimana rasanya mengendarai Honda Brio yang menyasar kaum muda itu.
Kami beserta rombongan wartawan lain mencobanya dengan
mengawali dari markas Honda di Jalan Gaya Motor 1, Sunter, Jakarta Utara,
menuju tanah pasundan Bandung, Jawa Barat, melalui tol Cipularang.
Honda Brio yang diluncurkan dengan empat pilihan yakni tipe
S dengan transmisi manual (Rp149 juta) dan otomatis (Rp159 juta), serta edisi
yang terlengkap yakni tipe E dengan transmisi manual (Rp160 juta) serta
otomatis (Rp170 juta). Kami berkesempatan mencicipi Honda Brio yang paling
lengkap, tipe E Manual.
Sebelum mengetahui akselerasi, mari kita tengok desain Honda
Brio terlebih dulu.
Untuk eksterior, di antara city car lain, mobil ini memang
terlihat lebih sporty, dengan konsep “Double Triangle” yang menggabungkan
segitiga dinamis dan sporty yang terletak di bagian depan serta belakang. Tak
hanya itu, Brio dilengkapi Sporty Bonnet yang merupakan ciri khas Honda, serta
Crome Grille yang berbentuk heksagonal, sehingga lebih terlihat sporty.
Bagian lampu depan juga lebih atraktif, serta dilengkapi
velg alloy whell berukuran 14 inci. Untuk kaca depan terlihat lebih lapang,
sehingga meminimalkan blindspot. Selain itu, terlihat lebih leluasa melihat
kondisi jalan di luar.
Di bagian belakang, Honda menerapkan inovasi baru, dengan
menggunakan kaca lebar agar memberikan jarak pandang lebih luas ke belakang.
“Meski bagian belakang terbuat dari kaca, tapi sangat kuat, asal digunakan
secara normal,” kata Direktur Penjualan dan Layanan Purnajual Honda Indonesia,
Jonfis Fandy, Kamis 30 Agustus 2012.
Untuk interior, sewaktu pertama masuk, kabin Brio terasa
lebih luas dibandingkan sekelasnya. Jarak kaki dengan posisi duduk (jika
menjadi penumpang) lebih leluasa, baik bagian depan maupun belakang.
Pada ruang kokpit, Brio dilengkapi dengan Eco Indicator.
Kemudinya didesain 3 Spoke Steering Wheel dan telah menggunakan teknologi Power
Steering.
Saat pertama kali duduk di lingkar kemudi, memang benar,
sudut ruang penglihatan terasa luas jika memandang ke depan.
Saat menyalakan mesin, lingkar kemudi terasa lebih ringan,
sehingga mudah untuk dikendalikan. Begitu memacu dengan kecepatan tinggi di
atas 100 km/jam, setir tetap dapat dikendalikan.
Lagi-lagi, kelebihan dari Brio dapat dirasakan saat melaju
di jalan tol, kabin Brio memang lebih kedap suara. Saat diajak kebut 100 km/jam
masih terasa nyaman dan tidak terasa suara begitu berisik yang ditimbulkan dari
luar. 
Beberapa keunggulan Brio juga dapat terlihat pada mesin yang
dimiliki. Dibandingkan mobil sekelasnya, Brio telah mencomot mesin berkapasitas
1,3 L SOHC i-VTEC yang mampu menghasilkan daya maksimum hingga 100 Ps pada
6.000 rpm dengan torsi 13 kg.m pada 4.800 rpm.
Saat pedal ditekan hingga jarum speedometer menunjukkan 120
km/jam, ternyata Brio masih menyimpan tenaga yang lebih besar. Namun, karena
terbatas jarak dan waktu saat melakukan pengetesan, kecepatan di atas 120
km/jam tidak terpenuhi.
Meski dinilai masih dapat menghasilkan tenaga lebih, mobil
dengan transmisi otomatis 5 percepatan ini sewaktu ditekan pedal gas antara
80-120 km/jam, masih terasa adanya gesekan perpindahan transmisi, sehingga
getaran pun tidak terelakan.
Mungkin hal tersebut memang terasa wajar jika diajak ngebut.
Sebab, Brio sendiri merupakan city car yang sering digunakan di jalan dengan
kondisi macet serta padat, sehingga jarang menyentuh kecepatan di atas 80
km/jam.
Untuk bermanuver sepert zigzag, Brio sangatlah nyaman.
Bahkan, saat melakukan putaran 360 derajat dengan lingkar kurang dari tujuh
meter, mobil ini masih terasa stabil bila dicoba oleh pemula sekali pun.
Brio telah dilengkapi beberapa fitur seperti Drive By Wire,
Electric Power Steering, Grade Control, Shift Hold Control, Tilt Steering
Wheel, dan Multi Information LCD.
Dari segi keamanan, Brio telah dilengkapi fitur-fitur yang
mumpuni. Sebut saja fitur pengereman Anti-lock Braking System (ABS) yang berfungsi
ketika terjadi penguncian roda saat pengereman mendadak. Sementara itu,
Electronic Force Distribution (EBD) berfungsi mendistribusikan pengereman
sesuai dengan beban kendaraan.
Selain itu, terdapat teknologi Honda G-Force Control (G-CON)
+ ACE yang dapat berfungsi sebagai peredam saat terjadi benturan, serta
melindungi kabin penumpang saat bertabrakan. Dual SRS Airbag juga terpasang di
posisi pengemudi dan penumpang bagian depan.
Untuk keamanan juga dilengkapi Pretensioner with Load
Limiter Seatbelt, Pedestrian Protection, Security Alarm, serta Immobilizer
Anti-Theft System.
Namun, ada hal yang kurang dalam Brio, yaitu central lock
yang tidak otomatis mengunci saat melaju, serta kaca bagian belakang yang tidak
dilengkapi wiper.

Jika dinilai keseluruhan, Brio tergolong city car yang
nyaman dan telah dilengkapi fitur-fitur yang lengkap di antara jawara-jawara di
kelas city car.


Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *