Kelemahan Plastik Polystyrene serta Dampaknya Terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Plastik polystyrene yang sering digunakan dalam produk kemasan dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Baca artikel ini untuk mengetahui kelemahan polystyrene dan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Plastik polystyrene, atau yang lebih dikenal dengan nama Styrofoam, adalah jenis bahan plastik yang sering digunakan dalam produk kemasan, seperti wadah makanan, kemasan, dan tempat minum. Meskipun polystyrene memiliki kelebihan dalam hal kekuatan dan harga yang relatif murah, namun bahan ini memiliki kelemahan yang cukup signifikan. Polystyrene sulit terurai secara alami dan penggunaannya dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang kelemahan plastik polystyrene dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, serta bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

  1. Kelemahan Plastik Polystyrene

Polystyrene memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:

  • Tidak mudah terurai: Polystyrene sulit terurai secara alami, sehingga dapat menyebabkan masalah lingkungan jika dibuang ke tempat pembuangan sampah atau ke alam. Plastik polystyrene yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dapat mengakibatkan timbunan sampah yang sulit terurai, sehingga menyebabkan masalah di tempat pembuangan sampah.
  • Mudah pecah: Plastik polystyrene cenderung mudah pecah dan retak, sehingga tidak cocok digunakan untuk produk yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan seperti wadah makanan. Jika polystyrene digunakan untuk wadah makanan atau minuman yang panas, bahan ini dapat melepaskan zat kimia berbahaya seperti styrene dan benzene yang dapat masuk ke dalam makanan atau minuman tersebut dan mengancam kesehatan.
  • Tidak ramah lingkungan: Penggunaan polystyrene dianggap tidak ramah lingkungan karena bahan ini tidak dapat didaur ulang dengan mudah. Polystyrene yang dibuang ke alam dapat mencemari lingkungan dan membahayakan hewan yang memakan bahan tersebut.
  • Berbahaya bagi kesehatan: Polystyrene dapat melepaskan zat kimia berbahaya seperti styrene dan benzene ketika digunakan untuk wadah makanan atau minuman yang panas. Zat kimia ini dapat masuk ke dalam makanan atau minuman tersebut dan mengancam kesehatan manusia.
  • Dampak Buruk Plastik Polystyrene Terhadap Lingkungan

Penggunaan polystyrene dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Beberapa dampak buruk yang dapat terjadi adalah:

  • Mencemari lingkungan: Polystyrene yang dibuang ke alam dapat mencemari lingkungan dan membahayakan hewan yang memakan bahan tersebut. Bahan ini dapat mencemari air, tanah, dan udara jika tidak dibuang dengan benar. Selain itu, polystyrene yang terbuang di laut dapat membentuk sampah laut yang dapat membahayakan hewan laut dan ekosistem laut.
  • Menyebabkan masalah di tempat pembuangan sampah: Polystyrene yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dapat mengakibatkan timbunan sampah yang sulit terurai, sehingga menyebabkan masalah di tempat pembuangan sampah. Timbunan sampah yang besar dapat menciptakan gas metana yang berbahaya dan dapat membahayakan kesehatan manusia.
  • Bahan Alternatif yang Lebih Ramah Lingkungan

Untuk mengatasi masalah penggunaan polystyrene, beberapa bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dapat digunakan sebagai pengganti polystyrene. Beberapa bahan alternatif yang dapat digunakan adalah:

  • Bahan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alami seperti pati jagung,pati ubi jalar, dan serat bambu.
  • Bahan daur ulang seperti kertas dan kardus yang lebih mudah terurai secara alami.
  • Bahan plastik ramah lingkungan seperti polilaktat (PLA) yang terbuat dari jagung dan dapat didaur ulang.

Penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak buruk polystyrene terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Plastik polystyrene memiliki kelemahan yang cukup signifikan, seperti sulit terurai secara alami, mudah pecah, tidak ramah lingkungan, dan berbahaya bagi kesehatan. Dampak buruk penggunaan polystyrene terhadap lingkungan dan kesehatan manusia juga cukup besar. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mengurangi penggunaan polystyrene dan beralih ke penggunaan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia.