Konsumsi BBM Honda Mobilio (Testimonia Para Pengguna)

Gunjang ganjing kedatangan Honda Mobilio akhirnya menjadi Berita Utama media otomotif di seluruh Indonesia pda bulan februari 2014. Ekspektasi seluruh pecinta Low MPV tanah air begitu sangat tinggi sehingga hampir semua ulasan tentang mobil ini laris manis dibaca untuk memuaskan keingin-tahuan akan keunggulan dan kelemahan mobil ini.

Sejatinya Honda sulit menentukan strategi untuk masuk di segment Low MPV ini, hal ini disebabkan karena selama ini honda jarang mendowngrade produknya untuk melawan kompetitornya, tetapi karena aura persaingan yang sangat ketat menyebabkan honda akhirnya memasukkan Honda Mobilio melawan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Cevrolet Spin dan Nissan Grand Livina dengan kualitas seperti yang tersemat di Honda Mobilio kali ini.

Mesin yang power full (118 PS), Eksterior yang fresh dan Kenyamanan khas FWD Honda menjadi point keunggulan dibandingkan kompetitornya dan konsekuensinya adalah Honda harus berbagi rasa dengan Honda Brio untuk mendapatkan keunggulannya dengan biaya yang kompetitif. Kualitas Interior yang bukan ciri khas honda mendominasi dashboard, doortrim dan cover seat yang terkesan “murahan”. Jika kondisi ini tetap dipertahankan honda dalam jangka waktu lama, maka kemungkinan pasarnya akan mudah direbut oleh Toyota, yang selama ini Toyota belum memasukkan produk asli mereka yaitu mesin 1500 cc milik Toyota Yaris dalam bentuk Low MPV (bukan mesin Toyota Avanza Veloz). Kabarnya Toyota akan menciptakan Low MPV racikan mereka sendiri (bukan kerjasama dengan Daihatsu) untuk melawan Honda Mobilio. Dan ini akan menjadi pertarungan sengit seperti pertarungan Honda Jazz dan Toyota Yaris. Sayang Honda Mobilio lahir di kelas Low MPV < 200 juta sehingga hasilnya seperti yang saat ini bisa dirasakan pada Mobilio.

Bagimanapun Honda Mobilio telah lahir, keunggulan dan kelemahannya akan menjadi bahan masukan bagi Honda untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang sehingga lebih bisa memuaskan konsumen. 

Konsumsi BBM Honda Mobilio.

Siapapun calon pembeli dan para pengguna mobil sekelas Low MPV akan mencari tahu data konsumsi bbm yang sudah dirasakan oleh para penggunanya. Demikian konsumsi bbm Honda Mobilio akan menarik diketahui karena mobil ini masih tergolong produk baru.

Berikut ini Testimonia para pengguna honda mobilio yang di-ekspose di dunia maya (bukan jaminan semua driver bisa seperti yang di-rilis).

Jika diketahui konsumsi BBM honda Mobilio ada yang > 20 km/liter, maka itu adalah kondisi ekstrem yang tidak bisa dijadikan patokan bagi para pengguna harian. Biasanya untuk lomba irit bbm, kondisi atau pencapaian > 20 km/liter hanya  bisa diwujudkan dengan cara :
1. Tidak menggunakan AC
2. Tidak menggunakan Audio
3. Laju dipertahankan di rpm
4. Tidak mengendari stop go (mengurangi injak rem)
5. Laju kendaraan dibuat konstant dengan kecepatan rendah
6. mengurangi beban kendaraan kalau bisa dll…

Perbandingan Konsumsi BBM Low MPV di Indonesia

Kesimpulan :

  1. Konsumsi BBM sebuah mobil sangat dipengaruhi oleh banyak hal antara lain : Kontur jalanan, Karakteristik Kepadatan Lalu Lintas, Beban Kendaraan, Kondisi Kesehatan Mobil, karakteristik Berkendara dan Besaran Hambatan kendaraan di jalanan. Kombinasi hal tersebut yang menyebabkan hampir sulit mendapatkan konsumsi bbm yang seragam untuk semua penggunanya.
  2. Honda Mobilio dengan mesin setara Honda Freed/Honda Jazz (Tidak persis sama) bisa menghasilkan konsumsi bbm hemat khas Honda di kisaran 9 km/liter – 16 km/liter tergantung point no. 1 dan secara moderat Honda mobilio bisa digunakan untuk harian dengan konsumsi bbm 11-14 km/liter.
  3. Karena bertype MPV yang dirancang 7 penumpang, maka konsumsi bbm akan langsung drop ketika mobil dalam keadaan bermuatan penuh (orang + barang). Banyak pengguna yang hanya menorehkan hasil 8-12 km/Liter untuk harian saat beban penuh.
  4. Konsumsi bbm Honda Mobilio hampir sama dengan konsumsi bbm Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina (11-12 perbedaanya) karena sama-sama FWD dan lebih irit dibandingkan Low MPV RWD seperti Toyota Avanza (Veloz).
  5. Penggunan Bensin Premium (Oktan 88) sebenarnya tidak direkomendasikan tetapi jika penggunanya tetap menggunakan premium maka akan lebih boros jika dibandingkan dengan penggunaan Pertamax (Oktan 92).

Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *