Media Belajar : Bagian – Bagian Tune Up Toyota Kijang 5K

BAGIAN – BAGIAN TUNE UP RINGAN MESIN TOYOTA SERI 5K

 TUNE UP MOBIL

Tenaga
mesin pada motor bakar bensin dihasilkan dari pemba karan campuran
udara dan bensin, untuk memperoleh campuran udara dan bensin sesuai
dengan kondisi kerja dari suatu mesin, diguna kan karburator. Dengan
demikian karburator merupakan bagian yang penting, untuk memperoleh
hasil kerja mesin yang maksimum dan efisien. Rangkaian Tune Up Mesin
Kijang, pekerjaan pemeriksaan, penyetelan, pembersihan pada karburator
harus dilaksanakan.

Katup Trotel

Trotle harus bergerak
bebas tidak terganjal-ganjal dan membuka full. Pada saat pedal gas
bebas, trotel harus menutup full, atau sebesar RPM ideal, (sekrup
penyetel) dan akan terbuka full apabila pedal gas diinjak penuh. Apabila
ternyata trotel tidak bekerja seperti petunjuk maka dapat mengadakan
penyetelan pada dua tempat.

Pertama adakanlah penyetelan pada bagian bawah dari pedal gas, sehingga trotel tampak terbuka penuh.

Kedua,
didekat karburator ada penyetel yang menyatu dengan kabel gas. Kabel
gas tidak boleh terlalu tegang dan kaku karena hal itu akan meyebabkan
pada saat deakselerasi (peal gas dibebaskan) RPM mesin terlambat ke
posisi stasioner, dan bahan bakar bisa lebih boros.

Periksa Pompa Akselerasi

Pada
saat kendaraan hendak ditambah kecepatan, pedal gas ditekan, mesin
mobil membutuhkan bahan bakar lebih banyak. Pompa akselerasi mempunyai
tugas itu. Dari lubang atas karburator tampak semburan bensin. Apabila
hasil semburan tidak lancar atau bahkan tidak ada dapat disebabkan oleh
dua hal. Mungkin karbura tor sudah sangat aus, sehingga pompa tidak
dapat bekerja dengan baik, atau kulit pompanya sudah rusak. Didalam
pompa akselerasi juga terdapat klep dari sebuah boll bearing. Waktu
pompa diang kat, bensin akan masuk ke ruang pompa dan klep akan menutup
begitu ditekan, sehingga bensin tersemprot dari saluran ke ruang inlet
dari karburator. Sering kali karburator yang terbuat dari bahan
aluminium itu mengalami korosi sehingga merusakan sifat dari klep pompa
akselerasi, atau berkaratnya boll bearing.

Penyetelan Putaran Idle

Penyetelan
putaran idle sangat penting mengingat menyetel ini juga mempengaruhi
campuran idle bensin dan udara yang berman faat mempertahankan tingkat
kerja yang maksimum dari mesin. Sebelum mengadakan penyetelan idle pada
mesin 5K Kijang, hendak nya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
saringan udara sudah dibersihkan dan terpasang kembali pada tempatnya,
suhu kerja mesin 85-90 derajat celcius dan semua perlengkapan tambahan
dimatikan. Transmisi pada posisi netral (N) dan waktu pengapian telah
tepat (5 derajat) serta tacho-meter dan CO meter sudah terpasang.
Putarlah penyetel RPM (1) sampai tacho meter menunjukkan 800, kemudian
putarlah sekrup penyetel idle (2) sampai meter menunjukkan putaran mesin
maksimum. Setelah itu kembali sekrup penyetel RPM diputar sampai RPM
mencapai 800.

Penyetelan idle mesin dengan CO meter.

Konsentrasi
CO pada gas buang, putarlah sekrup katup penyetel putaran idle dan
campuran idle, untuk mendapatkan spesifikasi konsentrasi pada putaran
idle.

Mengukur kensentrasi CO pada ujung knalpot. Periksa
bahwa meter CO dalam keadaan sempurna. Naikan puta ran mesin hingga
putaran 2000 RPM dan tunggu 1-3 menit agar konsentrasinya stabil.
Masukan pengindra (testing probe) CO ke dalam ujung knalpot
sekurang-kurang 40 cm dan ukurlah konsentrasi CO dalam waktu yang
singkat. Konsentarsi CO yang tepat: 1% – 2%.Bila konsentrasi dalam harga
spesifikasi berarti penyetelan telah sempurna.

Bila konsentrasi CO
diluar harga spesifikasi, putarlah sekrup penyetelan putaran idle untuk
mencapai harga konsentrasi spesifikasi. Bila harga konsentrasi tidak
dapat diperbaiki dengan penyetelan sekrup penyetel campuran idle, maka
kemungkinan ada kerusakan pada komponen lainnya.

Konsentrasi CO
yang tetap tinggi, sekalipun sekrup putaran idle telah diputar maka
penyebabnya bisa jadi, saringan udara tersumbat karena kotoran debu,
katup PVC tersumbat atau kesalahan pada karburator.

Pekerjaan
Tune Up Mesin juga termasuk memperhatikan kondisi oli mesin. Kalau sudah
mencapai jarak tempuh 5000 Km, saatnya untuk mengganti oli mesin dengan
yang baru. Kalau kurang, se dangkan jarak tempuhnya baru 3000 Km,
seharusnya cukup ditambah saja dengan oli baru. Mengenai penggantian oli
mesin, banyakpernyataan yang sampai ke penulis. Kapan seharusnya
mengganti oli mesin? Apakah oli mesin perlu ditambah dengan adetive?
Pemilik lain mengatakan : “Kami terpengaruh dengan kartu servis yang
disertakan pada mobil yang mengatakan bahwa, kembali setelah 2000 Km”.

Tentang
oli ini memang ada alasan dan ceritanya. Dahulu memang dianjurkan,
mengganti oli mesin setiap 1.500 Km. Hal ini disebabkan oleh, kwalitas
oli masih rendah (API Service hanya SA atau SB). API Servis sendiri
menunjukkan komponen-komponen kimia yang ditambahkan pada oli, dan dari
tahun ke tahun telah berkembang sampai Api Servis SF (huruf S
menunjukkan oli untuk mesin motor bakar dengan bahan bakar bensin). API
Servis SF dapat diperoleh dari produksi Pertamina dengan merk dagang
Mesran Super.

Dengan menggunakan oli Mesran Super atau Mesran
Spesial (API Servis SE), tidak ada alasan bagi kita untuk merasa
khawatir terhadap mesin mobil. Bahkan di Jepang, Amerika (cuaca berbeda
dan kurang berdebu) dan Eropa, oli dengan API Servis SE baru di ganti
setelah 10.000 Km. Hal ini sangat dimungkinkan, karena disamping
kedua alasan diatas . Selain itu permukaan mesin yang saling bergesek
sudah dikerjakan dengan sangat teliti. Penyeles aiannya sangat halus dan
membersihkan sisa-sisa bahan mesin dengan menggunakan mesin changi.

Apakah oli perlu ditambah lagi dengan aditive ?

Jawabnya :

oli
kemasan Pertamina sudah (harus) mengandung adetive yang di maksud,
hanya pada kemasan Pertamina tidak diperinci. Jenis dan jumlahnya telah
diukur untuk mampu menempuh suatu jarak tertentu. Bila dikehendaki untuk
menembah aditive, seharusnya jarak tempuh ditambah. Tentang anjuran
kembali pada Km tertentu setelah menem puh 2.000Km, tidak perlu
dituruti.

Periksa kualitas oli.

Mesin mobil yang normal, artinya
terawat dengan baik dan tekanan kompresinya masih tinggi mengganti oli
mesin setiap 5.000Km. Bagi mesin yang sudah tua, dimana sisa-sisa
pembakaran dapat masuk ke karter, penggantian oli mesin dipercepat.
Periksa lah oli tersebut, kemungkinan telah kotor dan terasa berpasir.

Dapat
juga terjadi, oli mesin berubah warnanya. Hitam, karena mesin yang
kotor atau pembakaran yang tidak normal. Warna Coklat susu, biasanya
menandakan bahwa oli mesin telah bercampur dengan air. Kondisi ini
sangat berbahaya, dan sebaiknya diperiksa lebih teliti.

Mengganti
saringan oli (filter) membutuhkan peralatan khusus. Bagi yang ingin
mengganti sendiri, sedangkan tidak memiliki alat khusus, dapat
menggunakan rantai bekas sepeda.

Dua hal perlu diperhatikan, waktu
mengganti saringan oli. 

Pertama, tidak meng gunakan saringan imitasi,
karena dikuatirkan bagian dalam dari saringan terdapat sisa-sisa benda
yang dapat merusakkan bearing crank shaft atau menggunakan kertas mutu
rendah.

Kedua, sebelum memasang saringan baru pada blok mesin,
pastikan bahwa semua bagian ada dalam keadaan yang bersih. Koto ran yang
ada pada permukaan saringan maupun blok mesin, bisa mencapai bearing
kruk as. Pada bagian atas dari saringan oli ada plastik pengaman. Bagian
ini baru dibuka begitu saringanhendak dipasang pada tempatnya.

Mengencangkan
saringan tidak perlu menggunakan kunci, cukup dengan tangan saja dan
setelah mesin dihidupkan, perhatikan bahwa tidak ada kebocoran oli di
sekitar saringan oli.

Pada Toyota Kijang, setiap penggantikan oli
tanpa ganti filter, diperlukan oli 3 liter. Apabila mengganti saringan
dibu tuhkan oli 3,5 liter, dengan API Servis SE.

Catatan : API Service oli yang beredar ada, SA, SB, SC, SD, SE, SF.

Bila
mobil setiap 1.000 kilometer harus menambah oli 1 liter, ini menandakan
ada yang tidak beres pada mesin. Apakah ring piston sudah aus atau seal
klep rusak. Dengan menggunakan alat test kompresi dapat memberi
indikasi, apakah ring rusak. Kalau kompresi baik maka penyebab lainya adalah seal klep.

Supaya
efisen maka mesin mobil harus dapat beroperasi pada putaran yang sesuai
dengan yang dikehendaki misalnya pada saat di butuhkan untuk cepat maka
mesin harus berputar cepat atau seba liknya. Pembakaran gas juga harus
dapat mengikuti kondisi mesin tersebut, bila mesinnya berputar cepat
maka saat pengapian juga harus lebih awal dan sebaliknya. Kejadian ini
harus berlaku secara otomatis dan untuk itulah maka pada mesin
dilengkapi dengan alat pemajuan pengapian yang sebanding dengan
putaran mesin, alat tersebut lebih dikenal dengan sebutan Governor Ad
vancer. Bagian ini harus diperiksa, apakah dapat bekerja dengan baik?
Kerusakan pada bagian ini biasanya disebabkan oleh mele mahnya per dan
bantalan bola ( bearing) yang kotor dan berkarat.

Rotor bekerja
berputar didalam tutup distributor, membagi arus ke busi sesuai dengan
urutan pembakaran mesin mobil. Rotor yang sudah rusak dapat berupa retak
dan rusak sifat isolasinya. Bagi isolasi yang rusak dapat dicoba dengan
mendekatkan kabel busi yang dari koil sambil mesin di start. Bila
terjadi loncatan bunga api, maka dapat dipastikan sifat isolasinya sudah
rusak.

Periksa cara kerja percepatan vakum (vacuum advance).

Kecepatan
perambatan api pada suatu campuran bahan bakar dan udara dipengaruhi
oleh beberapa faktor misalnya: perbandingan campuran, tekanan campuran,
temperatur campuran, dan kondisi dari campuran (atomisasinya) itu
sendiri. Kondisi muatan dari mesin kendaraan juga bermacam-macam
misalnya kendaraan bermuatan ringan dan kendaraan berjalan dengan
kecepatan lambat serta pada jalan yang rata.

Apabila mesin
tiba-tiba diakselerasi, maka karena adanya kelengkapan-kelengkapan pada
system karburator akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara
menjadi gemuk. Campuran yang gemuk ini dengan sendirinya membutuhkan
waktu pembakaran yang lebih lambat, saat pengapian yang diperlambat.
Karena alasan inilah maka pada system pengapian ditambahkan suatu alat
pemacu yang dapat memajukan pengapian pada saat mesin sedang
diakselerasi.

Alat itu sering disebut dengan Vacuum Advancer.

Prinsip
kerja dari vacuum advancer ialah dengan memanfaatkan kevacuuman yang
terjadi pada karburator. Pada saat kendaraan hidup dan diakselerasi maka
oktan selektor harus bergerak. Oktan selektor yang tidak bergerak
menandakan ada yang tidak beres dengan system kerjanya. Apakah pipa
karet dari karburator rusak (putus, tersumbat)? Apakah diaframa rusak?
Atau, apakah setelah mengganti platina dan mengganti baut baru yang
lebih panjang?

Baut yang terlalu panjang akan tersangkut dengan
bagian di bawah nya, sehingga oktan selektor tidak dapat bergerak.
Kerugian akibat oktan selektor dan governor yang tidak bekerja dengan
baik ialah: mesin berat tidak mau lari, penggunaan bahan bakar lebih
boros.

Demikianlah uraian singkat tentang bagian-bagian Tune Up Toyota Kijang 5K . Semoga Bermanfaat.

Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *