Penyampaian Surat Keberatan Pajak Secara Elektronik melalui e-objection

Ditjen Pajak melakukan langkah cepat dalam mengimplementasikan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-14/PJ/2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Keberatan Secara Elektronik (e-Filing). Ditjen Pajak telah menyediakan menu baru di halaman situs web-nya (pajak.go.id) yaitu menu e-objection. Dengan menu e-objection ini tentu akan lebih memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak dalam menyampaikan Surat Keberatan secara elektronik. Implementasi aplikasi penyampaian Surat Keberatan secara elektronik melalui e-objection ini bukan menggantikan proses penyampaian Surat Kebaratan yang sudah berjalan selama ini yaitu penyampaian dengan dokumen fisik, tetapi sebagai saluran alternatif dalam penyampaian Surat Keberatan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, sesuai Pasal 9 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK.03/2013 Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Keberatan ke Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak terdaftar dengan cara :

  1. secara langsung;
  2. melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
  3. dengan cara lain.

Yang dimaksud dengan cara lain (poin c) salah satunya adalah penyampaian surat keberatan dengan cara e-filing, dan diimplementasikan dengan aplikasi e-objection.

Walaupun saat ini aplikasi e-objection belum mengakomodir pengajuan keberatan atas surat ketetapan pajak Pajak Bumi dan bangunan (PBB) dan keberatan atas pemotongan/pemungutan pajak oleh pihak ketiga, implementasi e-objection ini merupakan terobosan Ditjen Pajak yang ditunggu Wajib Pajak karena diharapkan akan memudahkan wajib pajak menggunakan haknya. Disamping itu, e-objection juga belum dapat mengakomodir pengajuan keberatan oleh kuasa Wajib Pajak dan juga pengajuan keberatan yang telah melewati jangka waktu karena keadaan di luar kekuasaan Wajib Pajak (force majeur). Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Ditjen Pajak semakin menyempurnakan Aplikasi e-objection ini.

Untuk memberikan panduan kepada Wajib Pajak yang akan mengajukan melalui aplikasi e-objection, telah disediakan panduan penggunaan aplikasi e-objection yang dapat di-download. Atau silakan bisa juga di-download di-sini.

Baca Juga Artikel Terkait :

Advertisement


Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *