Review dan Sinopsis Easter Parade (1948) Berdansa dengan Artis Idola [The Happiest Musical Ever Made]

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Review dan Sinopsis Easter Parade (1948) Berdansa dengan
Artis Idola [The Happiest Musical Ever Made]

Oleh Skywalker HunterNabil Bakri

“Two
cheeks together can be so divine. But only when those cheeks are yours and
mine.”—Don Hewes

Review berikut menggunakan gambar/foto milik pemegang hak
cipta yang dilindungi doktrin fair use. The following review utilizes
copyrighted pictures under the doctrine of fair use.

Genre             : Komedi
Romantis—Musikal

Rilis                 : 8 Juli 1948

Durasi             : 103 menit [Special Edition Region 3 DVD]

Sutradara       : Charles Walters

Pemeran         : Judy
Garland
, Fred Astaire, Peter Lawford, Ann Miller

Episode           : –

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Sinopsis

Don
Hewes adalah seorang entertainer Broadway yang terkenal. Ia sering tampil di
panggung bersama partner-nya yang cantik dan anggun, Nadine Hale. Pada saat
perayaan Paskah, Don berbelanja banyak hadiah untuk Nadine sebelum mereka
berangkat  ke luar kota untuk pentas
berdua. Sesampainya di rumah Nadine, wanita itu mengatakan kepada Don bahwa dia
tidak akan ikut pentas di luar kota. Mulai saat itu, Nadine akan berkarier
solo. Don mencoba membujuk Nadine agar tetap menjadi pasangan panggungnya dan
mengajak Nadine berdansa lagu It Only
Happens When I Dance With You
yang merupakan awal karier mereka dan salah
satu dansa mereka yang paling terkenal. Namun, Nadine tetap pada pendiriannya
untuk berpisah dari Don dan mulai berkarier solo. Jonathan Harrow III alias Johnny,
teman dekat Don dan Nadine, datang berkunjung membawakan hadiah berupa seekor
anak anjing. Bukannya menikmati kebersamaan hari raya Paskah, Johnny justru
menyaksikan pertengkaran Don dengan Nadine. Akhirnya, Don pergi menuju sebuah
bar. Johnny mengikutinya dan mencoba menghibur Don.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Di
dalam bar, Don melihat pertunjukan tari gadis-gadis bar. Ia berkata kepada
Johnny bahwa Nadine bisa sukses berkat dirinya. Dengan kata lain, Don bisa saja
memilih salah satu gadis penari bar secara acak, melatihnya, dan menjadikannya
bintang seperti Nadine. Johnny meragukan perkataan Don karena Nadine memang
sangat berbakat dan sudah lama tampil bersama dengan Don. Menurutnya, Nadine
tidak bisa digantikan. Don tetap pada pendiriannya dan memilih seorang gadis
secara acak. Ia memilih Hannah Brown, salah seorang penari bar yang tanpa
sengaja berpapasan dengannya. Don meminta Hannah untuk datang ke lokasi latihan
dan akan melatihnya menjadi seorang bintang. Awalnya Hannah menolak untuk
menerima tawaran Don karena ia tidak sadar kalau pria yang menawarinya untuk
tampil adalah Don Hewes, entertainer terkenal. Setelah ia sadar, Hannah
menerima tawaran itu dan datang ke lokasi latihan. Hannah sangat kesulitan
berlatih tarian unggulan Don karena ia kesulitan membedakan antara langkah kaki
kiri dengan kaki kanan. Selain itu, Hannah selalu melakukan kesalahan karena
tarian klasik itu bukan keunggulannya.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Hannah
sudah siap menerima kemarahan Don dan rela dianggap tidak pintar menari. Namun,
Don tetap pada pendiriannya yakni merasa bisa melatih siapa saja agar menjadi
penari terkenal. Don mengajak Hannah berbelanja segala keperlua pentas.
Menurutnya, Hannah harus tampil secantik mungkin seperti Nadine dan mengganti
nama Hannah Brown menjadi Juanita karena dianggap lebih eksotis. Mereka berdua
pun akhirnya tampil perdana dengan mementaskan tarian musik Beautiful Faces Need Beautiful Clothes.
Dalam pementasan tersebut, Hannah melakukan banyak kesalahan sehingga harus
banyak berimprovisasi. Akibatnya, penampilan mereka hanya mendapatkan tanggapan
yang biasa saja. Nadine mendengar soal pertunjukan Don dan Hannah dari
teman-temannya dan bercerita kepada Don bahwa semua temannya menertawakan Don.
Nadine meminta Don untuk berhenti memaksa Hannah menirukan gaya-nya. Perkataan
Nadine membuat Don tersadar dan mengubah rencananya. Mulai saat itu, dia tidak
akan lagi memaksa Hannah berpenampilan seperti Nadine dan tidak akan lagi
menggunakan nama Juanita. Sebelum bertemu dengan Don, Hannah terjebak hujan
yang lebat. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Johnny yang seketika jatuh cinta
kepadanya. Johnny pun membeli sebuah payung besar dan mengantar Hannah menuju
tempat latihan sembari menyanyikan lagu A
Fella With an Umbrella
. Sayangnya, Hannah sudah buru-buru masuk ke tempat
latihan sebelum Johnny mengenalnya lebih dekat.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Don
Hewes dan Hannah Brown akhirnya menemukan cara baru untuk tampil di panggung.
Mereka tidak akan mengulang gaya Don dan Nadine yang lama dan akan menampilkan
gaya mereka sendiri yang baru. Kali ini, Don mengetahui bakat menyanyi Hannah dan
gaya tarian yang dikuasai olehnya. Mereka pun akhirnya tampil dalam acara
mereka sendiri, pertunjukan Hannah & Hewes, dan meraih kesuksesan.
Akhirnya, mereka berdua melakukan audisi untuk tampil dalam acara besar
Ziegfeld Follies dan terpilih untuk
tampil mengisi acara tersebut. Ternyata, acara Zigfeld Follies kali ini adalah
acara dengan bintang utama Nadine Hale. Maka, Don menolak tawaran untuk tampil
dan meyakinkan Hannah bahwa mereka akan tampil di acara mereka sendiri, bukan di
acara Nadine Hale. Hannah akhirnya merasa jatuh cinta kepada Don dan berharap
pria itu memedulikannya lebih dari sekadar rekan bisnis. Di saat bersamaan,
Johnny menyatakan perasaannya kepada Hannah. Siapakah yang akan menjadi pilihan
hati Hannah? Apakah Hannah dan Don akan benar-benar bisa menyaingi kesuksesan
Nadine sang mega bintang?

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

01 Story Logic

Easter
Parade bukanlah sebuah Drama Romantis yang serius seperti Gone with the Wind, Casablanca,
atau bahkan Romeo and Juliet. Easter
Parade adalah sebuah Komedi Romantis. Terlebih lagi, film ini merupakan sebuah
film Musikal. Maka, penonton tidak bisa mengharapkan kedalaman cerita yang
benar-benar kompleks atau setidaknya realistis. Sebuah Komedi Romantis memang
mengangkat tema besar yang sama dengan Drama Romantis [keduanya sama-sama
membahas hal yang Romantis atau berkaitan dengan asmara], tetapi kadar
kompleksitas dan cara penyajiannya sangatlah berbeda. Sebuah Komedi Romantis
memiliki alur cerita yang lebih sederhana dan disajikan dengan nuansa yang lebih
berwarna atau cerita dibandingkan dengan Drama Romantis. Ketika Komedi Romantis
yang sudah penuh warna dan tidak realistis digabungkan dengan Musikal, maka
realisme ceritanya akan semakin dipelintir dan menjadi semakin tidak logis.
Namun, memang begitulah pola dari genrenya. Logika konsep dan detil cerita
dalam Easter Parade tidak akan masuk akal jika dinilai dari perpektif Drama
murni atau Drama Romantis. Namun sebagai sebuah Komedi Romantis—Musikal, logika
film ini sudah baik. Easter Parade menyajikan sebuah cerita Romantis yang
ringan, dipenuhi adegan Komedi, dan dihiasi musik-musik yang catchy—film ini adalah nenek moyang dari
film populer Mamma Mia yang dirilis
pada tahun 2008.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

02 Story Consistency

Alur
cerita dalam film ini sudah konsisten. Dalam poin Logika Cerita, disebutkan
bahwa Easter Parade adalah nenek moyang dari film Mamma Mia. Selain keduanya berada dalam genre yang sama, keduanya
juga memiliki struktur yang sama. Baik Mamma
Mia
maupun Easter Parade disusun berdasarkan sekumpulan lagu dari musisi
tertentu. Apabila Mamma Mia disusun
berdasarkan lagu-lagu grup musik ABBA, Easter Parade disusun berdasarkan
lagu-lagu karya musisi Irving Berlin. Jika dibandingkan dengan film yang
sama-sama menggabungkan berbagai macam lagu/musik,
Fantasia, alur cerita dalam Easter Parade sudah jauh lebih konsisten.
Lagu-lagu dalam Easter Parade dan Mamma
Mia
pada dasarnya tidak saling berkaitan, sehingga penulis naskah harus
mampu merajut narasi yang dapat menyatukan kesemua lagu yang dipilih. Berbeda
dengan Mamma Mia yang benar-benar
menggunakan lagu dari ABBA sebagai masukan untuk alur ceritanya, Easter Parade
memiliki keleluasaan yang lebih besar dalam menggunakan lagu-lagu Irving Berlin
karena karakter di dalam ceritanya adalah musisi dan/atau entertainer. Dengan
demikian, lagu-lagu yang tidak berkaitan dengan cerita pun dapat dimasukkan ke
dalam film sebatas sebagai lagu yang dipentaskan oleh tokoh utamanya. Hal
semacam ini tidak dimiliki oleh Mamma Mia
karena tokoh utamanya, di dalam inti ceritanya, bukanlah penyanyi profesional.
Maka tidak sembarang lagu dapat dimasukkan dalam Mamma Mia.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Easter
Parade sudah menyajikan cerita yang konsisten karena fokus ceritanya sudah jelas
dan permasalahan yang ditunjukkan di awal sudah diselesaikan dengan baik. Don
Hewes, di awal cerita, berjanji kepada Hannah akan membuatnya menjadi terkenal
melebihi Nadine hanya dalam waktu satu tahun. Pada akhir cerita [Spoiler] janji
Don Hewes telah diwujudkan. Alur cerita dalam film ini tidak bertele-tele dan
tidak mengeksplorasi kisah masa lalu antar tokohnya. Dengan demikian, ceritanya
bisa benar-benar fokus kepada Hannah dan Don—serta bagaimana hubungan keduanya
berkembang dengan ketukan cerita yang cepat. Film ini adalah sebuah visualisasi
dari frasa “singkat, padat, dan tepat”; menjadikannya sebuah contoh Komedi
Romantis—Musikal yang ideal.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

03 Casting Choice and Acting

Pemilihan
aktor dalam film ini sudah baik karena sesuai dengan deskripsi karakter mereka
masing-masing. Aktor Fred Astaire yang memerankan Don Hewes menggantikan Gene
Kelly dengan memodifikasi deskripsi karakternya. Don Hewes yang awalnya
digambarkan lebih muda dan lebih ekspresif, kini digantikan dengan sosok lelaki
yang lebih tua, lebih berpengalaman, dan lebih kaku. Bukannya memaksakan
dirinya untuk memerankan karakter Don Hewes sama persis dengan naskah awal,
aktor Fred Astaire dengan tegas meminta adanya modifikasi karakter sehingga
lebih sesuai untuknya. Salah satu adegan yang diubah adalah Don Hewes boleh
marah, tetapi tidak boleh terkesan menakutkan atau kejam. Maka ketika
dikhianati oleh Nadine, karakter Don tidak bertengkar secara berlarut-larut dan
hanya pergi menuju bar untuk melampiaskan kekesalannya. Aktris Judy Garland dan
Ann Miller pun dipilih dengan baik karena selain keduanya pandai bernyanyi dan
menari, keduanya sudah menampilkan kontras antar karaker yang tegas. Kontras
ini penting untuk mendukung jalannya cerita karena Don ingin “mengubah” Hannah
menjadi seperti Nadine—tetapi akhirnya membatalkan rencananya. Apabila kedua
aktris memiliki aura yang sama atau setara, maka kontras ini tidak akan
terlihat.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

04 Music Match

Musik
dan lagu di dalam film ini sudah baik karena sudah sesuai dengan nuansa
ceritanya dan mendukung jalannya cerita. Karena karakter di dalam film ini
adalah entertainer, maka lagu yang dipilih sebagian besar tidak harus sejalan
dengan ceritanya—asalkan mampu mendukung nuansa ceritanya. Misalnya, pentas
Hannah dan Don yang bergaya ceria juga harus diiringi oleh musik yang ceria,
tetapi musik dan lagunya tida harus menceritakan kisah hidup mereka.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

05 Cinematography Match

Sinematografi
dalam film ini sudah baik. Karena film ini fokus pada pementasan karakternya di
atas panggung dan gerakan tari mereka sangatlah penting, maka setiap detil
langkah karakternya di atas panggung ditangkap secara utuh. Salah satu adegan
yang mendapatkan apresiasi oleh kalangan penonton dan kritikus dalam hal
sinematografi adalah adegan Sampul Majalah [Magazine’s Cover] yang menampilkan
pergantian Cover majalah secara seamless
atau menyambung.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

06 Costume Design

Easter
Parade memiliki latar cerita tahun 1912. Secara umum, kostum yang digunakan
sudah baik karena mengikuti gaya busana 1912. Namun karena Easter Parade bukanlah
film dalam genre Sejarah/Historical, maka kesesuaiannya dengan sejarah bukanlah
fokus yang paling utama dari ceritanya.

07 Background/Set Match

Tidak
ada keluhan dalam pemilihan latar belakang dan properti yang digunakan.
Bangunan, kendaraan, perabotan, dan lain sebagainya sudah dipersiapkan dengan
baik untuk mendukung latar waktu cerita yakni 1912. Beberapa adegan dalam film
ini menampilkan latar belakang yang dilukis dan sudah tampak menyatu dengan set
asli untuk standar film tahun 1948 [berhubungan dengan poin Efek Visual].

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

08 Special and/or Practical Effects

Efek
visual film ini sudah baik. Easter Parade menampilkan set panggung yang bisa
bergeser dengan baik dalam mendukung jalannya cerita. Selain itu, terdapat efek
visual yang memadukan antara gerakan lambat [slow motion] Don Hewes dan gerakan
normal [normal speed] para penari latar. Efek visual ini telah
diimplementasikan dengan baik, sekali lagi, untuk standar film tahun 1948.
Terdapat juga adegan yang digabungkan dengan lukisan yang sudah terlihat
menyatu [berkaitan dengan poin Latar Belakang]. Presentasi suara dan warna film
ini pun sudah baik dan sesuai dengan nuansa ceritanya.

09 Audience Approval

Easter
Parade mendapatkan tanggapan yang positif dari sebagian besar penonton.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

10 Intentional Match

Easter
Parade bermula dari adanya katalog musik dan lagu karya Irving Berlin yang
dirasa memiliki potensi besar jika diangkat ke layar lebar. Lagu-lagu yang catchy itu dipilih untuk menampilkan
sebuah film musikal yang paling ceria sepanjang masa. Easter Parade dimaksudkan
menjadi “the happiest musical ever made”. Maka, sejak awal film ini tidak
pernah dimaksudkan untuk menyajikan cerita yang berat, kompleks, atau bahkan
mendayu-dayu. Pada akhirnya, Easter Parade berhasil menyajikan sebuah film
Musikal dengan cerita yang ringan, penuh warna, dan memberikan vibes positif kepada penonton. Hasil
akhir film ini membuktikan bahwa klaim Easter Parade sebagai musikal paling
berbahagia, agaknya, tidaklah dilebih-lebihkan atau setidaknya klaim tersebut
dapat dimaklumi.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

ADDITIONAL CONSIDERATIONS

[Lima poin tambahan ini bisa menambah dan/atau mengurangi
sepuluh poin sebelumnya. Jika poin kosong, maka tidak menambah maupun
mengurangi 10 poin sebelumnya. Bagian ini adalah pertimbangan tambahan
Skywalker, maka ditambah atau dikuranginya poin pada bagian ini adalah hak
prerogatif Skywalker, meskipun dengan pertimbangan yang sangat matang]

01 Skywalker’s Schemata

Pada
22 Juli 2014, tanpa sengaja saya menemukan DVD Easter Parade di tumpukan produk
diskon di sebuah toko buku. Sebelumnya, saya sama sekali belum pernah dengar
tentang Easter Parade dan hanya tertarik pada cover DVD Special Edition karena
terdapat nama besar aktris Judy Garland yang populer berkat perannya sebagai
Dorothy di film The Wizard of Oz.
Saya berpikir kalau saya belum pernah menonton satu pun film Judy Garland
setelah dewasa dan slogan film ini sebagai “the hapiest musical ever made”
membuat saya penasaran dengan filmnya. Tanpa berpikir lebih panjang lagi, saya
membeli DVD itu dan langsung menontonnya setiba di rumah. Hasilnya, saya kagum,
I’m impressed, dengan film ini.
Slogan “Musikal paling berbahagia yang pernah diciptakan”, menurut saya, sudah
tepat disematkan pada poster film ini. Easter Parade menyajikan adegan demi
adegan yang penuh keceriaan dan lagu-lagu yang catchy. Selain kedua aspek itu, film ini juga menyajikan gerakan
tari yang luar biasa—khususnya tarian tap
dance
Ann Miller [sebagai Nadine] dalam membawakan lagu Shakin’ The Blues Away. Beruntung DVD
yang saya dapatkan adalah Edisi Spesial yang dibekali dengan dokumenter yang
mengupas tentang seluk beluk filmnya. Saya pun tahu bahwa adegan tarian itu
dilakukan ketika aktris Ann Miller masih belum sembuh total dari sakitnya.
Ketika hamil 9 bulan, Ann Miller dan suaminya bertengkar hingga ia “dijatuhkan”
dari tangga. Bayinya meninggal sekitar tiga jam setelah dilahirkan dan Ann
Miller mengalami cedera yang serius.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Easter
Parade tidak menjanjikan tontonan yang kaya akan makna, penuh narasi filosofis,
atau memiliki alur cerita yang kompleks. Film ini hanya menjanjikan hiburan
ringan dari kompilasi lagu ciptaan Irving Berlin yang dirajut menjadi sebuah
film Musikal yang menarik menyenangkan untuk disimak. Saya tersenyum,
tertawa, dan kagum selama menonton film ini. It truly is the Happiest Musical ever made!

02 Awards

Film
ini tidak menerima banyak penghargaan. Namun, ada dua penghargaan yang penting
untuk disebutkan yakni Best Scoring of a Musical Picture dari Academy Awards
dan Best Written American Musical dari Writers Guild of America Awards.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

03 Financial

Dari
dana sebesar $2,655,000 Easter Parade berhasil menjual tiket sebesar $5,803,000.
Film ini tergolong sukses dalam kategori sukses yang terukur. Apabila
dibandingkan dengan film-film 1980-an ke atas, angka yang dicetak oleh Easter
Parade terlihat tidak memuaskan [unimpressive]. Tetapi perlu diingat bahwa film
ini dirilis hanya 3 tahun setelah Perang Dunia II dan distribusi film belum
seluas era 1980-an hingga sekarang. Di era setelah 2010, tampaknya “mudah” bagi
banyak film untuk menjual tiket di atas $1 miliar. Namun jika kita melihat
sejarah dunia perfilman, satu-satunya film yang berhasil menjual tiket di atas
$1 miliar di sepanjang abad 20 adalah Titanic
yang dirilis tahun 1997, 49 tahun setelah Easter Parade dirilis.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

04 Critics

Easter
Parade mendapatkan tanggapan yang positif dari sebagian besar kalangan kritikus
film.

05 Longevity

Dari
segi popularitas, film ini tidak mampu bertahan melawan gempuran zaman. Di
antara film-film Judy Garland pun film ini tidak begitu mendapatkan perhatian.
Cukup sulit untuk mendapatkan akumulasi tanggapan yang jumlahnya banyak dan
valid untuk film ini di masa 2000 ke atas. Film ini, meskipun baik kualitasnya
berdasarkan standar Skywalker yang sudah dibahas satu per satu, secara umum
telah dilupakan. Easter Parade memang mendapatkan pujian ketika dirilis, tetapi
karena film ini tidak menjanjikan sesuatu yang benar-benar unik dan memorable bagi sebagian besar
masyarakat, film ini cenderung dikelompokkan sebagai film yang biasa saja atau
tidak signifikan dalam sejarah dunia sinema.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Final Score

Skor
Asli                     : 10

Skor
Tambahan           : –

Skor
Akhir                  : 10/10

***

Spesifikasi Optical Disc

[Cakram Film DVD/VCD/Blu-ray Disc]

Judul               : Easter Parade [Special Edition
DVD]

Rilis                 : 2005

Format             : DVD [|||]

Kode
Warna    : 3/NTSC

Fitur                : Audio commentary, behind the
scene documentary, deleted scene, trailer

Support           : Windows 98-10 [VLC Media Player],
DVD Player, HD DVD Player [termasuk X-Box 360]
, Blu-ray Player [termasuk PS 3 dan 4], 4K UHD Blu-ray Player [termasuk PS 5].

Keterangan Support:

[Support VCD, DVD, Kecuali Blu-ray dan 4K]

[Support VCD, DVD,
Termasuk Blu-ray, Kecuali 4K]

[Support Semua
Termasuk 4K]

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

***

Edisi Review Singkat

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa
untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Karena menggunakan
standar yang baku, edisi review Skywalker akan jauh lebih pendek dari review
Nabil Bakri yang lainnya dan akan lebih objektif.

Edisi Review Singkat+PLUS

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa
untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Apabila terdapat tanda
Review Singkat+PLUS di
bawah judul, maka berdasarkan keputusan per Juli 2021 menandakan artikel
tersebut berjumlah lebih dari 3.500 kata.

©1948/MGM, Warner Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.

Skywalker Hunter adalah alias
dari Nabil Bakri

Keterangan Box Office dan penjualan DVD disediakan oleh The Numbers

©1948/MGM, Warner
Bros./Easter Parade/All Rights Reserved.


Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *