Review Spider-Man 2 (2004) Ketika Peter Kehilangan Kekuatannya [When Spidey is No More]

 

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Review Spider-Man 2 (2004) Ketika Peter Kehilangan
Kekuatannya [When Spidey is No More]

Oleh Skywalker HunterNabil Bakri

“I
believe there’s a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength,
makes us noble, and finally allows us to die with pride.”—Bibi May

Review berikut menggunakan gambar/foto milik pemegang hak
cipta yang dilindungi doktrin fair use. The following review utilizes
copyrighted pictures under the doctrine of fair use.

Genre             : Aksi—Superhero

Rilis                 :

Durasi             : 127 menit

Sutradara       : Sam
Raimi

Pemeran         : Tobey
Maguire
, Kirsten Dunst, James Franco, Alfred Molina, Rosemary Harris, Donna Murphy

Episode           :

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Sinopsis

Menjalani
hidup sebagai Spider-Man tidaklah mudah. Peter terpaksa berkali-kali berganti
pekerjaan setelah dipecat karena dianggap tidak disiplin. Padahal, waktu Peter
sebenarnya banyak disita oleh kegiatannya menyelamatkan orang-orang yang
membutuhkan bantuan Spider-Man. Hal itu membuat Peter kesulitan secara
finansial dan terpaksa tinggal di sebuah apartemen kumuh—yang itu pun tidak
sanggup ia bayar dan hutang sewanya sampai menumpuk. Bibi May, Mary Jane, dan
Harry mengadakan sebuah pesta ulang tahun sederhana untuk Peter. Dalam
kesempatan itu, Harry menyinggung soal masalahnya dengan Spider-Man. Harry
yakin bahwa Spider-Man adalah orang yang telah membunuh ayahnya. Ia kesal
kepada Peter karena Peter adalah “fotografer” Spider-Man yang menolak untuk
memberi tahu identitas asli pahlawan super itu kepada Harry. Pada akhirnya,
Harry dapat memaklumi sikap Peter dan menyarankannya untuk segera menyatakan
perasaannya kepada MJ. Kini, MJ adalah seorang bintang teater yang terkenal dan
menjadi bintang iklan yang wajahnya menghiasi seluruh kota. Peter adalah
satu-satunya teman dekat MJ yang sama sekali belum pernah menyaksikan satu pun
teater MJ. Malam itu, Peter berjanji akan menyaksikan pentas MJ.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Pada
hari pementasan, Peter tidak bisa datang tepat waktu karena ia harus menangkap
penjahat di tengah perjalanannya. Keterlambatannya itu membuat Peter dilarang
memasuki gedung teater dan batal menyaksikan pentas MJ. Gadis itu merasa sangat
kecewa dan memutuskan untuk tidak lagi menggantungkan harapan cintanya kepada
Peter. Pemuda itu hendak menghampiri MJ setelah selesai pentas, tetapi MJ sudah
dihampiri lebih dulu oleh John Jameson, seorang astronot yang merupakan anak
dari editor koran Daily Bugle, J. Jonah Jameson. Peter mencoba untuk berkata
jujur kepada MJ dan menjelaskan bahwa ia tidak bisa hidup bersama MJ karena
dirinya adalah Spider-Man. Namun, Peter tidak bisa mengakuinya. Karena memiliki
beban menjadi Spider-Man, Peter gagal dalam urusan asmara dan Dr. Connor,
dosennya, mengancam akan membuat Peter tidak lulus kelasnya karena sering
membolos dan tidak mengerjakan tugas. Satu-satunya kesempatan Peter untuk lulus
adalah dengan menyelesaikan makalah tentang penelitian Dr. Otto Octavius, teman
Dr. Connor sekaligus ilmuwan perusahaan Oscorp yang kini dipimpin oleh Harry.
Karena Peter adalah sahabatnya, Harry menawarkan Peter untuk bertemu secara
langsung dengan Dr. Octavius. Sang ilmuwan tampaknya sedang mengerjakan proyek fusion power yang akan menjadi sumber energi
yang tidak terbatas seperti matahari. Dr. Octavius dan istrinya mengundang
Peter untuk datang ke acara presentasi alat ciptaan Dr. Octavius itu. Selain
membicarakan penelitian, sang ilmuwan menyarankan agar Peter tidak lagi
memendam rasa cintanya dan mencoba membacakan puisi untuk perempuan yang ia
cintai.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Pada
hari presentasi, Dr. Otto Octavius menyalakan alat ciptaannya dengan bantuan
empat lengan robot yang memiliki kecerdasan bauatan. Keempat lengan itu bekerja
seperti tentakel gurita dan akan membantu Octavius mengoperasikan alat
ciptaannya. Karena keempat lengan itu memiliki kecerdasan buatan, besar
risikonya kecerdasan buatan mengendalikan pikiran Octavius. Maka, sang ilmuwan
memasang chip khusus untuk menghalangi kecerdasan buatan lengannya untuk
mengendalikan pikirannya. Pada mulanya, alat fusion power yang menggunakan daya tritium bekerja dengan baik.
Namun, terjadi lonjakan daya dan alat tersebut menjadi tidak stabil. Fusion power menjadi medan magnet yang
kuat dan menyeret seluruh benda logam hingga Harry meminta Octavius untuk
mematikan mesinnya. Namun, Octavius menolak. Karena alat itu semakin tidak
terkendali, Peter berubah menjadi Spider-Man dan berusaha mematikan alat Octavius.
Sang ilmuwan mencegah Spider-Man dengan menggunakan lengan robotnya hingga alat
ciptaannya semakin tidak terkendali dan membuatnya tersengat aliran listrik
yang kuat. Medan magnet menyeret besi penyokong bangunan dan serpihan kaca yang
bertaburan melayang membunuh istri Octavius. Peter mematikan alat dengan paksa
yakni dengan memutus semua kabelnya. Hal itu membuat Octavius tak sadarkan diri
dan Harry menjadi semakin kesal kepada Spider-Man.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Di
rumah sakit, dokter bedah bersiap melepas lengan robot Octavius dengan cara
memotongnya. Namun, keempat lengan itu menjadi hidup dan membunuh semua petugas
medis di ruangan. Keempat lengan Octavius kini bisa mengendalikan pikiran sang
ilmuwan dan meyakinkannya untuk membangun kembali fusion power yang sebelumnya digagalkan oleh Spider-Man. Agar dapat
membangun kembali mesinnya, Otto Octavius memutuskan untuk mencuri uang dari
bank. Kebetulan sekali saat itu Peter sedang mendampingi Bibi May mengurus rumah
Pama Ben yang akan disita oleh bank. Peter berubah menjadi Spider-Man dan
berusaha menghentikan Otto Octavius. Pada akhirnya, Octavius berhasil mencuri
uang dan J. Jonah Jameson menuduh Spider-Man bersekongkol dengan Dr. Otto
Octavius—yang kini dikenal dengan julukan Doc Ock. Peter berusaha memperbaiki
hubungannya dengan MJ dan meminta maaf karena tidak bisa datang menyaksian
pertunjukannya. Namun, MJ menyatakan bahwa dirinya sudah bertunangan dengan
John Jameson. Beban psikologis Peter diperparah dengan keputusannya mengaku
kepada Bibi May bahwa ia bertanggung jawab atas kematian Paman Ben karena
berbohong akan pergi ke perpustakaan dan sengaja melepaskan kriminal yang
nantinya membunuh Paman Ben. Semua beban pikiran itu membuat Peter kehilangan
kekuatannya. Ketika mendatangi dokter di universitas, sang dokter menjelaskan
bahwa tubuh Peter masih sehat secara fisik, tetapi mentalnya yang sedang
terganggu. Ia menyarankan agar Peter tidak terlalu memaksakan dirinya karena ia
selalu punya pilihan. Pada akhirnya, Peter memilih untuk tidak mengikuti
nasihat Paman Ben: semakin besar kekuatan yang dimiliki, semakin besar tanggung
jawabnya. Dengan menghilangnya kekuatan Spider-Man, Peter menjalani hidup
layaknya manusia biasa dan merasa lebih bahagia. Sayangnya, Doc Ock meneror
keamanan kota dan mengancam keselamatan MJ. Akankah Peter tinggal diam? Akankah
kekuatan Spider-Man kembali?

Sometimes to do what’s right we must be
steady and give up the things we desire the most, even our dreams
.”—Peter Parker

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

01 Story Logic

Konsep
film ini sudah logis sesuai dengan genrenya. Berbeda dengan
film pertamanya,
Spider-Man 2 tidak lagi masuk ke dalam genre Fiksi Ilmiah karena tidak
diperlukan lagi narasi yang menjelaskan secara logis proses Peter berubah
menjadi Spider-Man. Maka, penjelasan mengapa Otto Octavius berubah menjadi Doc
Ock juga tidak perlu dieksplorasi selogis mungkin sebagaimana proses Peter
menjadi Spider-Man. Penjelasan perubahan Peter menjadi Spider-Man dalam film
pertamanya sudah baik karena 1) laba-laba yang menggigit Peter merupakan hasil
rekayasa genetika di sebuah universitas sehingga Norman Osborne tidak dapat
melacak asal usulnya dengan mudah—bandingkan dengan laba-laba yang menggigit
Peter dalam The Aazing Spider-Man
yang diciptakan di Oscorp, dan 2) laba-laba tersebut masih menyimpan misteri
dan hanya satu-satunya di dunia sehingga kemampuan Spider-Man tidak dapat
direplikasi—bandingkan dengan laba-laba yang menggigit Peter dalam The Amazing Spider-Man yang jumlahnya
sangat banyak dan sudah diteliti oleh Oscorp sehigga besar kemungkinan musuh
Peter bisa dengan mudah mereplikasinya.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Spider-Man
2 telah mengikuti logika genre film Aksi dan Superhero dengan baik.
Permasalahan logika dalam film ini ada pada detilnya yang tidak sekuat film
pertamanya. Sebagai contoh, Peter mendapatkan kekuatan super setelah digigit
oleh laba-laba. Salah satu kekuatan itu adalah ia mampu mendeteksi gerakan
objek secepat apapun dengan seketika. Namun, Peter diperlihatkan berkali-kali
dengan mudah terkantuk kepalanya oleh tas orang-orang yang berlalu lalang
ketika Peter terjatuh. Padahal, seharusnya Peter bisa dengan mudah menghindar.
Kejanggalan in berkali-kali terjadi, termasuk dalam adegan ketika Peter
terlambat menyadari adanya mobil penjahat yang hendak menabrak sepeda motornya
sehingga ia terlambat menghadiri pentas MJ. Dengan kemampuan panca inderanya
[Spider Senses] seharusnya Peter dapat lebih dulu menghindar dan sepeda
motornya tidak akan ditabrak—apalagi Peter sedang kesulitan ekonomi, sehingga
ia tidak bisa menanggung [he cannot afford] biaya perbaikan kendaraannya. Pada
bagian akhir film ini, permasalahan ini kembali terjadi ketika Peter tidak
sadar kalau MJ masuk ke dalam kamarnya. Padahal, suara derap sepatu MJ
seharusnya terdengar, atau suara pintu yang dibuka juga seharusnya terdengar.
Dalam film ini, Peter memang kehilangan kekuatannya dan kehilangan Spider
Senses semacam ini seharusnya wajar. Namun masalahnya, contoh-contoh yang sudah
disebutkan ini terjadi ketka Peter masih memiliki kekuatannya.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Peter
juga beberapa kali menggunakan jaringnya dengan cara yang kurang logis; seperti
tiba-tiba bergelantungan tanpa ada gedung yang dipakai untuk menahan jaringnya.
Bagaimana Peter dapat mengeluarkan banyak jaring sekaligus dalam adegan kereta
juga kurang logis. Detil-detil semacam inilah yang menurun kekuatannya
dibandingkan dengan film pertamanya. Dalam
Spider-Man, Peter memang memiliki kekuatan super tetapi kekuatan itu
tidak sebesar Superman. Dalam Spider-Man 2, kekuatan Peter seperti meningkat
drastis dan ia bisa sekuat Mr. Incredibles. Hal ini mempelihatkan masalah detil
logika yang bertolak belakang dengan standar yang ditampilkan dalam film
pertamanya. [Spoiler] Proses bagaimana Harry menjadi Green Goblin juga kurang
logis karena ia mengalami gejala halusinasi seperti ayahnya. Padahal, ayahnya
mengalami halusinasi karena menghirup serum penambah kekuatan yang memang
memiliki efek samping mengacaukan kejiwaan. Harry dalam Spider-Man 2 tidak menghirup
serum tersebut tetapi anehnya memiliki halusinasi seperti Norman Osborn. Pada
akhirnya, meskipun detil film ini memiliki lebih banyak masalah dibandingkan
film pertamanya, secara umum Spider-Man 2 sudah logis sesuai dengan genrenya.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

02 Story Consistency

Alur
cerita dalam Spider-Man 2 sudah konsisten. Permasalahan yang ditampilkan di
awal telah dieksplorasi dan diselesaikan. Film ini juga sudah konsisten dengan
film pertamanya sehingga terjalin sebuah rajutan cerita yang mengalir dinamis
antara film pertama dan film ke dua. Apabila Spider-Man pertama mengeksplorasi awal mula Peter Parker menjadi
seorang pahlawan super, Spider-Man 2 mengeksplorasi apa konsekuensinya menjadi
seorang pahlawan super. Berbagai permasalahan serius dari berprofesi sebagai superhero
baru benar-benar dirasakan oleh Peter dalam film ke dua ini. Apabila Peter
memutuskan untuk menolak cinta MJ di film pertama, konsekuensi dari
keputusannya baru akan dirasakan dalam film ke-2. Konflik yang terjadi antara
Peter, MJ, Harry, dan Bibi May pun tidak muncul secara tiba-tiba dan dengan
jelas melanjutkan permasalahan yang sebelumnya diperlihatkan dalam film
pertamanya. Karena film ini memiliki konsistensi yang baik dengan narasi film
pertamanya, logis jika disimpulkan bahwa Spider-Man 2 adalah sebuah sekuel yang
ideal. Film ini pun struktur ceritanya sudah konsisten dan tidak ada
percabangan cerita yang terlalu mengalihkan perhatian dari fokus cerita film
ini.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

03 Casting Choice and Acting

Karena
film ini melanjutkan cerita [konflik] dari film pertamanya, maka banyak pemeran
film perama yang kembali hadir. Masing-masing aktor telah berhasil melanjutkan
peran mereka dengan akting yang konsisten sesuai dengan perilaku karakter
mereka di film pertama. Aktor Alfred Molina dipuji oleh berbagai kalangan dalam
memerankan sosok Doc Ock. Aktor ini memang berkali-kali [sejak awal kariernya]
sudah sering memerankan karaker yang mengalami perubahan sifat atau berkhianat
seperti dalam Indiana Jones: Raiders of
the Lost Ark
dan kemudian dalam dua film Disney Prince of Persia dan The
Sorcerer’s Apprentice
.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

04 Music Match

Musik
dalam film ini sudah baik. Selain kembali menggunakan soundtrack yang telah
menjadi Signature Spider-Man dari film sebelumnya, musik dalam film ini telah
diperdengarkan pada momen-momen yang sesuai dengan nuansa adegannya.

05 Cinematography Match

Sinematografi
dalam Spider-Man 2 sudah baik. Sebagai sebuah film Aksi—Superhero, film ini
harus benar-benar mempelihatkan berbagai adegan aksi dengan sebaik-baiknya
sehingga setiap detil aksi dapat dilihat dengan jelas oleh penonton. Spider-Man
2 telah menyajikan adegan aksi dengan sudut pengambilan gambar yang baik
sehingga mampu menampilkan adegan yang terlihat spektakuler tetapi sekaligus
“wajar” [believable].

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

06 Costume Design

Sama
halnya dengan film Spider-Man pertama, tidak ada keluhan dalam poin pemilihan
kostum. Desain lengan robot Doc Ock pun sudah baik karena sudah terlihat
mengancam sekaligus memiliki kegunaan yang luar biasa.

07 Background/Set Match

Latar
belakang dan set dalam film ini secara umum sudah baik.

08 Special and/or Practical Effects

Efek
nyata dalam film ini sudah baik. Hasil presentasi film ini pun sudah baik
[rendering, pencahayaan dan ukuran layar]. Untuk efek CGI, terdapat banyak
objek yang sudah terlihat kasar jika dinilai dengan standar teknologi komputer
2010 ke atas. Tidak terlihat ada peningkatan yang signifikan dalam hal
teknologi CGI dibandingkan dengan film pertamanya. Namun jika kita bersikap
adil dan menilai film ini sebagaimana mestinya [sesuai dengan standar ketika
film ini dirilis] maka sebenarnya efek komputer dalam Spider-Man 2 sudah baik.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

09 Audience Approval

Mayoritas
penonton memberikan tanggapan yang positif untuk film ini.

10 Intentional Match

Spider-Man
2 dimaksudkan untuk menjadi sebuah sekuel yang secara langsung melanjutkan
konflik dari film pertamanya. Film ini dimaksudkan untuk lebih mengeksplorasi
pergulatan batin Peter Parker dan apa saja pro dan kontra dari keputusannya
menjadi Spider-Man. Spider-Man 2, pada dasarnya, dimaksudkan menjadi sebuah
sekuel yang menyeimbangkan antara eksplorasi aksi khas Superhero dan eksplorasi
pengembangan karakter yang lebih mendalam khas kisah Drama. Pada akhirnya, film
ini memang berhasil menyeimbangkan porsi kedua tujuan besarnya dengan tetap
menyampaikan cerita yang konsisten dan dengan jelas menyambung cerita dari film
pertamanya. Film ini tidak hanya berhasil memenuhi visi penciptanya dari segi
artistik, tetapi juga dari segi finansial dan dari tanggapan penonton serta
kritikus film pada umumnya.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

ADDITIONAL CONSIDERATIONS

[Lima poin tambahan ini bisa menambah dan/atau mengurangi
sepuluh poin sebelumnya. Jika poin kosong, maka tidak menambah maupun
mengurangi 10 poin sebelumnya. Bagian ini adalah pertimbangan tambahan
Skywalker, maka ditambah atau dikuranginya poin pada bagian ini adalah hak
prerogatif Skywalker, meskipun dengan pertimbangan yang sangat matang]

01 Skywalker’s Schemata

Sulit
sekali bagi saya untuk tidak terbawa suasana setiap kali menyaksikan Spider-Man
2. Film ini benar-benar mengingatkan saya pada masa kecil saya ketika
menyaksikan film ini bersama teman-teman Sekolah Dasar (Grade School). Saya
tidak benar-benar menonton film ini lagi sampai 10 Juni 2013 ketika saya
membeli paket Boxset Spider-Man Trilogy. Seiring berjalannya waktu, saya pikir
Spider-Man 2 tidaklah sekuat Spider-Man
pertama dalam menyampaikan detil, tetapi Spider-Man 2 adalah sebuah sekuel yang
sangat ideal. Spider-Man 2 berhasil melanjutkan sisi kemanusiaan seorang
Superhero yang ada dalam film pertamanya. Lagi-lagi, film ini menampilkan
karakteristik Spider-Man berupa sebuah film Superhero yang memiliki hati [a Superhero movie with a heart]. Film
ini tidak hanya menjual aksi dan efek visual untuk memukau penonton, tetapi
juga memberikan porsi narasi yang cukup kompleks sehingga penonton bersimpati
kepada Peter Parker dan dapat merasakan atau setidaknya memahami perasaan Peter
Parker.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

02 Awards

Berdasarkan
laporan
IMDb, Spider-Man 2
menerima
25 penghargaan dan 60 nominasi. Film ini memenangkan Oscar untuk Best Achievement in Visual
Effects dan dinominasikan untuk Best Achievement in Sound Mixing serta Best
Achievement in Sound Editing. Dalam penghargaan Academy of Science Fiction,
Fantasy & Horror Films, USA, film ini memenangkan piala untuk kategori Best
Fantasy Film, Best Director, Best Actor, Best Writer, dan Best Special Effects.

03 Financial

Dari
dana sebesar $200 juta, Spider-Man 2 berhasil menjual tiket bioskop sebesar $794
juta. Angka penjualan tiket ini jelas-jelas menunjukkan bahwa Spider-Man 2
sukses secara finansial. Namun, pendapatan film ini mengalami penurunan
dibandingkan dengan film sebelumnya yang dibuat dengan dana sebesar $139 juta
dan berhasil menjual tiket sebesar $821 juta.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

04 Critics

Mayoritas
kritikus film memberikan tanggapan yang positif untuk film ini.

05 Longevity

Spider-Man
2 masih tetap relevan dan mendapatkan tanggapan yang konsisten positif bahkan
setelah filmnya berusia lebih dari 10 tahun. Meskipun film ini meraih
keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan dengan film pertamanya, seiring
berjalannya waktu Spider-Man 2 justru dinilai lebih unggul dari segi kualitas
dibandingkan dengan film pertamanya. Tidak sedikit kalangan yang menyandingkan
Spider-Man 2 dengan Terminator II dan
Aliens, dua film sekuel yang umumnya
dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dari film pertamanya. Spider-Man 2
terus dipuji sebagai sebuah film Aksi Superhero yang tidak hanya menjual Aksi,
tetapi juga menyajikan kompleksitas narasi-manusiawi yang seringkali tidak
dimiliki oleh kebanyakan film Aksi Superhero.

Final Score

Skor
Asli                     : 9.5

Skor
Tambahan           : –

Skor
Akhir                  : 9.5/10

***

Spesifikasi Optical Disc

[Cakram Film DVD/VCD/Blu-ray Disc]

Judul               : Spider-Man 2 [2.1]

Rilis                 : 13 Juli 2012

Format             : DVD [|||]

Kode
Warna    : 3/PAL

Fitur                : –

Support           : Windows 98-10 [VLC Media Player],
DVD Player, HD DVD Player [termasuk X-Box 360]
, Blu-ray Player [termasuk PS 3 dan 4], 4K UHD Blu-ray Player [termasuk PS 5].

Keterangan Support:

[Support VCD, DVD, Kecuali Blu-ray dan 4K]

[Support VCD, DVD,
Termasuk Blu-ray, Kecuali 4K]

[Support Semua
Termasuk 4K]

STREAMING

***

Edisi Review Singkat

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa
untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Karena menggunakan
standar yang baku, edisi review Skywalker akan jauh lebih pendek dari review
Nabil Bakri yang lainnya dan akan lebih objektif.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

Edisi Review Singkat+PLUS

Edisi ini berisi penilaian film menggunakan pakem/standar
penilaian Skywalker Hunter Scoring System yang diformulasikan sedemikian rupa
untuk menilai sebuah karya film ataupun serial televisi. Apabila terdapat tanda
Review Singkat+PLUS di
bawah judul, maka berdasarkan keputusan per Juli 2021 menandakan artikel
tersebut berjumlah lebih dari 3.500 kata.

Skywalker Hunter adalah alias
dari Nabil Bakri

Keterangan Box Office dan penjualan DVD disediakan oleh The Numbers

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

©2004/Marvel, Sony, Columbia/Spider-Man 2/All Rights Reserved.

 

Induk Perusahaan Google Temui Pejabat Pajak Indonesia

Jakarta - Eksekutif senior Alphabet, induk perusahaan Google, dari kantor pusat Asia Pasifik dikabarkan telah bertemu dengan pejabat kantor pajak Indonesia. Demikian dikabarkan sumber terkait yang dikutip detikINET dari Reuters.Kedatangan para bos Alphabet itu adalah...

Agar Tak Dikejar Pajak, Selebgram Hingga Youtubers Bisa Ikut Tax Amnesty

Malang - Selebgram hingga youtubers diincar untuk membayar pajak. Namun, jika mereka selama ini tidak pernah lapor dan membayar pajak, maka bisa mengikuti program tax amnesty yang sedang bergulir saat ini."Kalau mereka sudah lama nggak pernah lapor dan nggak pernah...

Amnesti Pajak Sumbang Kenaikan Rasio Pajak 1,08% Terhadap PDB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede mengatakan, pelaksanaan amnesti pajak pada tahun ini akan meningkatkan rasio pajak 1,08% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan ini merupakan bentuk usaha pemerintah agar...

Keluhan Pegawai Pajak untuk Sri Mulyani Soal Penangkapan KPK

Jakarta - Penangkapan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat dugaan kasus suap memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya para pegawai di lingkungan Ditjen Pajak yang selama ini menjunjung...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *